Langsung ke konten utama

REVIEW BUKU PSIKOPATOLOGI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


1.      IDENTITAS BUKU
a.       Judul Buku            : Psikopatologi dalam kehidupan sehari-hari
b.      Penulis                   : Sigmund Freud
c.       Penerbit                 : Forum
d.      Tahun Terbit          : 2017
e.       Jumlah halaman     : 323 Lembar

2.      TUJUAN PENULIS
Dalam buku ini, Sigmund Freud menuangkan gagasan-gagasannya mengenai berbagai kesalahan kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan mengambil contoh dari kehidupan pribadi, kolega, keluarga dan pasiennya.
Ketika sedang mengembangkan pendekatan psikoanalisisnya. Freud menemukan betapa tipisnya garis pemisah antara perilaku normal dan perilaku neurotic dan menunjukkan bahwa sebagian besar akibat gangguan bawah sadar dalam kepribadian, yang sama seperti gejala-gejala konflik emosional namun dalam skala yang jauh lebih kecil.
Freud menjelaskan kesalahan-keslahan kecil yang memicu efek psikopatologi tersebut dalam bukunya yang diterbitkan asli pada tahun 1901.

3.      POKOK-POKOK/ RANGKUMAN ISI BUKU
Terdapat 12 BAB pada buku ini, tiap-tiap BAB mengandung penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Antaranya :
·         Kesalahan dalam mengingat Nama Orang
·         Kesalahan dalam mengingat Kata-Kata Asing
·         Kesalahan dalam mengingat Nama dan Urutan Kata
·         Masa Kanak-Kanak Dan Ingatan Yang Tersembunyi
·         Kesalahan dalam berbicara
·         Kesalahan dalam membaca dan menulis
·         Kelupaan terhadap kesan dan niatan
·         Kesalahan dalam mengingat Bertindak
·         Tindakan tindakan simptomatis yang bersifat kebetulan
·         Kesalahan dalam penyajian fakta
·         Kombinasi kesalahan tindakan
·         Determinasi, kebetulan dan tahayul
Pada bab pertama, yaitu kesalahan dalam mengingat nama orang terjadi akibat penyimpangan ingatan mengikuti alur rasonal dan menghasilkan nama pengganti yang muncul dalam ingatan yang memiliki hubungan langsung dengan nama yang ingin diingat. Freud menyebutkan beberapa contoh kehidupan sehari-hari yang menyebabkan kita melupakan suatu nama.
Kesalahan dalam mengingat kata kata asing menurut penulis disebabkan karena seseorang memikirkan masalahnya saat ingin mengingat sesuatu tersebut dan menghubungkan apa yang sedang dipikirkan dengan apa yang berusaha diingat menghasilkan kosakata bahasa baru yang salah.
Kesalahan dalam mengingat nama dan urutan kata dikaitkan dengan kisah seorang gadis wienna yang membacakan sebuah puisi ode to Apollo. Dalam pembacaannya gadis itu melakukan banyak kesalahan. Kesalahan tersebut timbul karena saat membaca puisi tersebut, gadis itu terpikir hal lain tentang mantan kekasihnya yang masih ia rindukan. Sehingga menghasilkan kosa kata baru yang tidak sesuai dengan puisi asli.
 Penulis menyebutkan bahwa kebanyakan ingatan masa kecil sering kali tidak sesuai dengan apa yang benar benar terjadi. Apabila ia menanyai dua orang yang memiliki moment bersama saat masa kecil. Apabila kedua orang tersebut dipertemukan saat dewasa dan ditanyai mengenai moment tersebut, mereka akan memberikan jawaban yang berbeda.
Pada kasus kesalahan dalam berbicara, penulis memaparkan sebuah kasus seorang pasien yang suatu hari mengunjunginya. Pada saat pasien tersebut akan membayar sang penulis, dia mengucapkan kata “I will play you ….”. kata yang tidak seharusnya diucapkan oleh pasien namun ia mengucapkannya. Kata yang seharusnya digunakan adalah “I will pay you….” Namun ia menggunakan kata “play” dikarenakan surat yang berisi uang yang seharusnya diterima Dr. Freud 1 bulan setelah pasien itu datang berobat tidak kunjung diterima. Rupanya kata yang tersebut pertama kali (yang membuatnya salah bicara adalah hal yang jujur yang ingin dilakukan oleh pasien.)
Kesalahan dalam membaca dan menulis, penulis menyebut bahwa kita lebih mudah melakukan kesalahan ketik menulis daripada ketika berbicara. Ia menyatakan “dalam sebuah percakapan biasa, kemampuan seseorang selalu dikerahkan untuk menghambat pikiran bawah sadar supaya terjadi keselarasan antara jalannya pikiran dengan proses penyampaian dalam bentuk ucapan atau tulisan.
Pada bab bab berikutnya dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan apa yang sedang kita pikirkan dan apa yang sedang kita ingin lakukan berkaitan. Untuk itu disarankan untuk tetap focus terhadap apa yang sedang ingin kita utarakan.



Komentar